Jumat, 22 November 2019

Designing User Interface


A. PENGERTIAN
Gambar 1. What is UI??
          UI (User Interface) adalah sebuah bentuk tampilan yang berhubungan langsung dengan pengguna, dan fungsi user interface yaitu untuk menghubungkan antara pengguna dengan sistem operasi sehingga komputer dapat dioperasikan.


Secara teknis, user interface berfungsi untuk menjembatani atau menerjemahkan informasi antara user dengen sistem operasi, sehingga komputer bisa digunakan oleh user. User interface juga bisa diartikan sebagai mekanisme inter - relasi dari hardware dan software yang membentuk pengalaman dalam menggunakan sebuah set komputer. Dari sisi perangkat lunak, biasanya user inferface berbentuk GUI (Graphic User Interface) dan CLI (Command Line Interface), sedangkan dari sisi perangkat keras biasanya user inferface berbentuk ADB (Apple Desktop Bus), USB dan Firewire.

Secara sederhana, pengertian user interface adalah suatu media visual grafis yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan mudah dengan mesin yang sedang dikelolanya. Pengguna tidak perlu mengetikan perintah teks seperti pada command prompt.


B. Fungsi User interface 

          User interface menyediakan metode untuk input dan output. Dengan user interface, user bisa dengan mudah melakukan input dan output data dan merekayasa atau memanipulasi data sesuai keperluan. Pada program software hampir semua komponennya menggunakan kinerja GPU (Graphic Processor Unit) dimana user bisa menginputkan perintah dan memanipulasi data dengan memanfaatkan tampilan grafis tertentu seperti window, tombol/button dan textbox.Sedangkan user interface pada sebagian besar perangkat keras, biasanya lebih sederhana dan didominasi oleh simbol - simbol seperti pada remote televisi, mesin fotokopi dan telepon seluler. Pada aplikasi smartphone, pengguna banyak berinteraksi dengan program - program di dalamnya dengan memasukkan perintah dalam bentuk teks maupun grafis. User interface pada smartphone cenderung dituntut lebih sederhana dan mudah mengerti dibanding user interface pada perangkat yang lebih besar seperti komputer.

C. Mengapa User Interface itu penting??

1. Penghubung Langsung

User interface memiliki peran penting pada sebuah aplikasi. Karena user interface adalah penghubung langsung antara user dengan sistem aplikasi itu sendiri. Yang membuat sebuah sistem bisa berjalan dan dikendalikan oleh adalah karena adanya user interface.

2. Berdampak Pada Faktor Kesuksesan

Bagus tidaknya user interface pada sebuah aplikasi, bisa berdampak pada kesuksesan aplikasi tersebut. Jika user interfacenya mudah digunakan akan ada kemungkinan aplikasi banyak dan sering digunakan, jika sebaliknya user interfacenya menyulitkan maka besar kemungkinan aplikasi itu akan ditinggalkan.

3. Identitas Atau Ciri Khas
User interface bisa dijadikan sebagai identitas atau ciri khas dari sebuah produk. Contohnya smartphone android, IOS (Apple dan windows phone). Sistem operasi tersebut memipiki ciri khas desain user interface masing-masing. Dan desain tersebut dibuat secara konsisten dari mulai versi lama sampai versi terbaru.


4. Berpengaruh Pada SEO (Pada Website) 
User interface tidak hanya membahas soal indah dan mudahnya digunakan pada sebuah aplikasi, kecepatan didalam sebuah website juga termasuk dalam bagian user interface. Kecepatan sebuah website saat dibuka akan berpengaruh pada pengunjung yang datang, semakin cepat dibuka makin besar kemungkinan pengunjung sering datang, dan sebaliknya semakin lama dibuka makin besar kemungkinan ditinggalkan.

5. Menarik Minat Pengguna

Beberapa tahun lalu sebuah desain user interface yang mudah digunakan sudah cukup. Sekarang mudah digunakan saja tidaklah cukup, desain harus dapat menarik minat user. Agar user sering menggunakan UI-nya


D. Jenis - jenis UI
Gambar 2. CLI
  •   Command Line Interface (CLI)  Adalah tipe interface dimana user berinteraksi dengan system operasi melalui text terminal serta menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris - baris tertentu.
Kelebihan CLI :
  1.     Performa lebih tinggi
  2.     Lebih efisien dalam penggunaan
  3.     Hanya membutukan spesifikasi hardware yang rendah
Kekurangan CLI :
  1.     Kurang menarik dan membosankan bagi pengguna awam
  2.     Harus mengingat baris dan perintah


Gambar 3. GUI

  •  Graphic User Interface (GUI) Tipe antarmuka yang digunakan oleh user untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar - gambar grafik, ikon, dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).
 Kelebihan GUI :
  1.     Desain menarik dan user friendly
  2.     Tidak Menbosankan
  3.     Tidak perlu mengingat baris dan perintah
Kekurangan GUI :
  1.     Kebutuhan spesifikasi hardware lebih besar
  2.     Performa lebih berat

Senin, 18 November 2019

Desain Sistem Berorientasi Objek

Gambar 1. OOD
A. Pengertian
      Desain Berorientasi Obyek atau Object Oriented Design (OOD) merupakan tahapan perantara untuk memetakan spesifikasi atau merancang kelas-kelas yang teridentifkasi selama tahapan analisis dan antarmuka pengguna (user face) sehingga  kebutuhan sistem yang akan di buat dengan konsep berorientasi objek ke desain dapat lebih mudah diimplemasikan dengan pemograman berorientasi obyek. Pada tahap ini dilakukan identifikasi yang akan menambahkan beberapa objek dan kelas yang mendukung implementasi dari spesifikasi yang dibutuhkan. Pemodelan berorientasi objek biasanya dituangkan dalam dokumentasi perangkat lunak, dengan menggunakan perangkat pemodelan berorientasi objek seperti UML (Unified Modeling Language).

B. Tujuan
  • Menangani lebih banyak problem domain. Analisis Berorinetied Objek memberikan kemudahan untuk memahami inti permasalahan
  • Mengorganisasikan analisi dan spesifikasi dengan metode cara berfikir manusia.
  • Pewariskan dapat memberikan identifikasi sesuatu yang umum pada atribut dan metode
  •  Menjaga stabilitas atas perubahan kebutuhan sistem yang samaHasil Analisis  dapat digunakan kembali
  • Penggambaran yang konsisten dari sstem, pada tahap analisis dan desain.
 
  C. Konsep Metode
Gambar 2. Kelas OOD
 
1)      Kelas adalah kumpulan objek yang memiliki struktur dan perilaku yang sama.
Contoh : Hewan Mamalia adalah suatu kelas, maka Gajah, Kuda merupakan suatu objeknya.
 
 
 
Gambar 3. Atribut
2)     Atribut adalah keadaan yang menggambarkan suatu objek.
Contoh : Hewan Mamalia memiliki atribut jenis makanan, ukuran, ciri-ciri tubuhnya.
 
 
 
Gambar 4. Metode
3)  Metode adalah suatu fungsi atau prosedur untuk dapat mengakses keadaan internal suatu objek dari suatu kelas.
Contoh : kelas Karyawan memiliki metode hitung gaji yang merupakan metode antarmuka yang disediakan untuk memanfaatkan perilaku objek tersebut.
4)  Message adalah suatu cara berhubungannya suatu objek dengan objek yang lain, dengan message yang sama dua objek berbeda dapat melakukan sebuah operasi yang berbeda. Konsep ini dikenal dengan nama Polymorphis.
5)    Enkapulasi adalah suatu cara memadukan karakteristik unit di dalam suatu objek(data dan metode), yang bertujuan untuk menyebunyikan informasi dan krakteristik objek.
6)   Hirarki Kelas adalah sistem yang membedakan objek yang sesuai dengan kelasnya dengan menggunakan metode perbedaan krakteristik dan perilaku sehingga akan membedakan kelas dan subkelas.


D. Kelebihan OOD

  • Lebih Mudah digunakan dalam pembangunan sistem di bandingkan dengan SSAD 
  •  Dibanding dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan dan penggunaan kembali (rause) kode program lebih tinggi dibanding dengan metode OOD
  • Tidak ada pemisahaan antar fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunitas antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
  • Analis programer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformalisikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
  • Analisa dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem.
  • Relasi objek dengan entitas umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam memahami desain.(sommerville 2000).
  • Memungkinkan  adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebenaran software yang membantu mengurangi resiko pada pembangunan sitem yang kompleks (Booch, 2007)
  •   Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lai, hal ini akan memperingan proses desain, pemograman dan reduksi harga.
  • OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.

E. Kekurangan OOD

  • Pada awal desain OOD, sistem mungkin akan sangat simple.
  • Pada OOD lebih fokus pada codingan. 
  • Pada OOD tidak menekankan pada kinerja ltem seperti SSAD
  • Pada OOD Ttdak mudah mendefinisikan class dan objek yang dibutuhkan sistem pemograman berorientasi objek, digunakan untuk melakukan analisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOD tidak berbasis pada fungsional sistem.
  • OOD merupakan jenis manejemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstuktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOD, karena merka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama


Jumat, 08 November 2019

Data Dan Proses


A. Pengertian Data
Gambar 1. Data
Secara umum, data adalah sekumpulan keterangan atau fakta mentah berupa simbol, angka, ataupun kata-kata, yang didapatkan melalui proses pengamatan atau pencarian ke sumber-sumber tertentu.

Pendapat lain mengatakan, definisi data adalah kumpulan keterangan-keterangan atau deskripsi dasar dari suatu hal (objek atau kejadian) yang diperoleh dari hasil pengamatan (observasi) dan dapat diolah menjadi bentuk yang lebih kompleks, seperti; informasi, database, atau solusi untuk masalah tertentu.


Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data. 

B. Jenis data
Gambar 2. Jenis data
Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya, jenis-jenis data yaitu :
  •     Data Kualitatif : data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll.


  •     Data Kuantitatif : data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll.

1. Jenis-jenis data menurut sumbernya,
adalah :
  •     Data Internal : data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll.


  •     Data Eksternal : data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.

2. Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya,
adalah :
Gambar 3. Cara memperoleh data
  •     Data Primer (primary data) : data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.


  •     Data Sekunder (secondary data) : data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.

3. Jenis-jenis data menurut waktu pengumpulannya, adalah :

  •     Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.


  •     Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar, harga macam - macam bahan pokok penduduk.

C. Pengertian Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Saat komputer berjalan, terdapat banyak proses yang berjalan secara bersamaan. Sebuah proses dibuat melalui system call create-process yang membentuk proses turunan ( child process) yang dilakukan oleh proses induk ( parent process). Proses turunan tersebut juga mampu membuat proses baru sehingga semua proses ini pada akhirnya membentuk pohon proses.

      Ketika sebuah proses dibuat maka proses tersebut dapat memperoleh sumber-daya seperti waktu CPU, memori, berkas, atau perangkat I/O. Sumber daya ini dapat diperoleh langsung dari sistem operasi, dari proses induk yang membagi-bagikan sumber daya kepada setiap proses turunannnya, atau proses turunan dan proses induk berbagi sumber-daya yang diberikan sistem operasi.


1. Status Proses 
Status-status proses terdiri atas :
  • New : proses yang sedang dibuat
  • Running : proses yang sedang dijalankan
  • Waiting : proses sedang menunggu beberapa event (kejadian) yang akan terjadi (seperti penyelesaian input output atau penerimaan sebuah signal / tanda)
  • Ready : proses sedang menunggu untuk diproses oleh prosesor
  • Terminated : proses telah selesai menjalankan tugasnya (selesai dieksekusi)
Gambar 4. Status
2. Proses Control Block (PCB)
Gambar 5. PCB
Informasi yang terdapat pada setiap proses meliputi :
  •     Status Proses : New, ready, running, waiting dan terminated.
  •     Program Counter : Mengindikasikan alamat (address) dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini.
  •     CPU Registers : Register beragam dalam jumlah dan jenisnya tergantung pada rancangan arsitektur komputer yang bersangkutan. Register tersebut terdiri dari accumulator, stack pointer, index register, general-purposes register, ditambah code information pada kondisi apa pun.
  •     Informasi Penjadwalan CPU : Informasi ini berisikan prisoritas dari sebuah proses, pointer ke antrian penjadwalan, dan beberapa parameter penjadwalan yang lainnya.
  •     Informasi Manajemen Memori : Informasi ini berisikan nilai (basis) dan limit register, page table, atau segment table tergantung dari sistem memori yang digunakan oleh sistem operasi.
  •     Informasi Accounting : Informasi ini berisikan jumlah CPU dan real time yang digunakan, account numbers, time limits, jumlah job maupun proses, dan lain sebagainya.
  •     Informasi Status Input Output : Informasi ini berisikan deretan input output device (seperti tape driver) yang dialokasikan untuk proses tersebut, deretan file yang dibuka, dan lain -lain.
Gambar 6. Switching Process
Selama Program Counter berjalan, status informasi harus disimpan pada saat terjadi interrupt. Gambar diatas adalah, switching proses dari satu proses ke proses selanjutnya.


Pendekatan Desain Sistem Terstruktur

A. PENDEKATAN TERSTRUKTUR

   Pendekatan Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk program. Pendekatan terstruktur adalah pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah. Pendekatan terstruktur dalam pengembangan sistem informasi adalah proses yang merujuk kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten.
Prinsip dari pendekatan terstruktur adalah jika suatu proses telah sampai pada suatu langkah tertentu, maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya. Ciri - ciri pendekatan terstruktur, yaitu:
  • Merancang berdasar modul. Modularisasi adalah proses yang membagi suatu system menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independen.
  • Bekerja dengan pendekatan top-down. Dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci).
  • Dilakukan secara iterasi.
  • Kegiatan dilakukan secara parallel.

B. PENDEKATAN OBJEK

   Pendekatan Objek merupakan paradigm pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigm ini dibungkus dalam kelas - kelas atau objek - objek, dimana setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Pendekatan objek merupakan suatu teknik atau cara pendekatan dalam melihat permasalahan dan system.

Pendekatan Objek memiliki beberapa keuntungan, antara lain :
  • Maintenance. Program lebih mudah dibaca dan dipahami.
  •  Pengubahan program (berupa penambahan ataupun penghapusan fitur tertentu). Perubahan ini antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
  •  Objek dapat digunakan berkali - kali.
Pendekatan Objek memiliki beberapa karakteristik atau sifat yaitu :
  • Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek - aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.
  • Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.
  • Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
  • Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
  • Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
  • Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya.
  • Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.

 C. CONTEXT DIAGRAM
Gambar 1. Contoh Diagram Konteks
   Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.


 D. DATA FLOW DIAGRAM
Gambar 2. Contoh Data Flow Diagram

   DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir(misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik tempat data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, hard disk, tape, diskette dll).
 
Tabel 1. Simbol pada DFD

Sabtu, 26 Oktober 2019

Pemodelan Data Sistem Informasi


     Pemodelan data adalah proses yang digunakan untuk mendefinisikan dan menganalisis persyaratan data yang diperlukan untuk mendukung proses bisnis dalam lingkup sistem informasi yang sesuai dalam organisasi. Oleh karena itu, proses pemodelan data melibatkan pemodel data profesional yang bekerja erat dengan pemangku kepentingan bisnis, serta pengguna potensial sistem informasi. 

Gambar 1. Pemoddelan Data
Gambar diatas menggambarkan cara pemodelan data dikembangkan dan digunakan saat ini. Model data konseptual dikembangkan berdasarkan persyaratan data untuk aplikasi yang sedang dikembangkan, mungkin dalam konteks model aktivitas . Model data biasanya terdiri dari tipe entitas, atribut, hubungan, aturan integritas, dan definisi objek-objek tersebut. Ini kemudian digunakan sebagai titik awal untuk desain antarmuka atau basis data.


A. MACAM - MACAM MODEL DATA

1. Model data berbasis obyek 
Gambar 2. Model data berbasis obyek
     Jenis model data ini merupakan himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek data. Pada jenis model ini terdiri dari beberapa bagian yaitu, Entity Relationship Model, Semantic Model dan Binary model.
  • Entity Relationship Model : yaitu menjelaskan hubungan antar data dalam sistem basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa real world dari obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara obyek-obyek tersebut.
  • Semantic Model : memiliki arti yang hampir sama denga entity relationship model. Hanya perbedaan yang tampak pada relasi objek dasar yang tidak dinyatakan dengan simbol melainkan meggunakan kata-kata (semantic).
  • Binary Model : Binary model adalah model data yang memperluas definisi dari Entity, bukan hanya atribute saja, tetapi juga tindakan-tindakannya
 2. Model data berbasis record
Gambar 3. Model data berbasis record
Yaitu himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data model yang didasarkan pada record. Pada jenis model data ini terdapat beberapa bagian yaitu, Hierarchy model, Network model, Relational model.
  •  Hierarchy Model : biasa juga disebut tree structure (Struktur Pohon), hubungan bertingkat. Dalam model ini elemen-elemen penyusunnya disebut node. Dapat berupa rincian data, agregat data, dan record. Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam Model Hirarki
    1.  Root: node yang memiliki kedudukan paling tinggi dalam hirarki
    2. Parent : node yang memiliki kedudukan lebih tinggi
    3. Child : node yang memiliki kedudukan lebih rendah
    4. Leaves: node yang tidak mempunyai child
  • Network Model : Mirip dengan hirarki model, dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph. Satu child dapat mempunyai lebih dari satu parent.
  • Relational Model :  Model ini banyak digunakan dalam pemodelan dan perancangan Basis Data. Konsep dan terminologi yang digunakan mirip dengan kondisi nyata yang dihadapi oleh pemakai sehingga mudah dipahami.

 3. Model data berbasis fisik
Gambar 4. Model data berbasis fisik
Digunakan untuk menguraikan data di tingkat internal atau menjelaskan kepada pemakai bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik. Model ini jararang digunakan karena kerumitan yang justru menyulitkan pemakai.



B. HUBUNGAN ENTITAS
Gambar 5. Hubungan entitas
Diagram hubungan entitas digunakan untuk mengkonstruksikan model data konseptual, memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan mengimplementasikan basis data secara logika maupun secara fisik dengan '''DBMS''' (''Database Management system''). Dengan diagram hubungan entitas ini kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Diagram hubungan entitas dapat membantu dalam menjawab persoalan tentang data yang diperlukan dan bagaimana data tersebut saling berhubungan. Berikut ini adalah arti simbol dari Hubungan entitas.
Gammbar 6. Simbol pada hubungan entitas

 

Jumat, 11 Oktober 2019

System Analysis Phase



     Tujuan dari System Analysis Phase adalah untuk mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan. Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Ketiga langkah pada tahap ini adalah :

1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja

2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect

3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.


A. Metode System Analysis  

1. Rapid Application Development (RAD)
Gambar 1. RAD
     Rapid Application Development (RAD) adalah strategi siklus hidup yang ditujukan untuk menyediakan pengembangan yang jauh lebih cepat dan mendapatkan hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai melalui siklus tradisional. RAD merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan sistem aplikasi.

 Kelebihan RAD (Rapid Application Development)
  1.     Mudah mengakomodasi peruabahan sistem
  2.     Progress development bisa di ukur
  3.     Waktu iterasi bisa di perpendek menggunakan RAD Tools
  4.     Mengurangi waktu development
  5.     Mudah dalam menentukan dasar sistem
  6.     Mempermudah feedback customer
  7.     Cocok untuk proyek yang membutuhkan waktu pengembangan yang lebih pendek.
  8.     Cocok untuk sistem yang berbasis komponen dan terukur.

Kekurangan RAD (Rapid Application Development)
  1.     Ketergantungan pada anggota bisnis tim untuk mengidentifikasi persyaratan bisnis
  2.     Hanya sistem yang bisa di modularized yang bisa dibangun menggunakan RAD
  3.     Membutuhkan developer / designer yang berpengalaman
  4.     Ketergantungan pada keterampilan model
  5.     Kompleksitas manajemen
  6.     Tidak dapat diterapkan pada proyek yang kecil / murah

2. Rapid Application Development (JAD)
Gambar 2. JAD??
     Metode Rapid Application Development (JAD) merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan eksternal. Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi.

Kelebihan Joint Application Development (JAD)
  1.     Hemat waktu, jika dibandingkan dengan interview secara tradisional.
  2.     Kecepatan pengembangan sistem.
  3.     Meningkatkan kepemilikan pengguna sistem.
  4.     Pembuatan ide yang kreatif dapat ditingkatkan.

Kekurangan Joint Application Development (JAD)
  1.   JAD memerlukan blok waktu yang besar untuk  menjadi tersedia bagi semua partisipan sesi.
  2.   Jika persiapan tidak lengkap, sesi tidak akan berjalan dengan baik.
  3.   Jika tidak lanjut laporan tidak lengkap, sesi bisa jadi tidak sukses.
  4.   Budaya dan keahlian organisasi bisa jadi tidak kondusif terhadap sesi JAD.


3. Agile Method
Gambar 3. Metode Agile
     Agile Methods dikembangkan karena pada metodologi tradisional terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil dengan baik sesuai tuntutan user. Konsep Agile Software Development dicetuskan oleh Kent Beck dan 16 rekannya dengan menyatakan bahwa Agile Software Development adalah cara membangun software dengan melakukannya dan membantu orang lain membangunnya sekaligus.


 Kelebihan Agile Method
  1.     Meningkatkan kepuasan kepada klien.
  2.     Dapat melakukan review pelanggan mengenai software yang dibuat lebih awal.
  3.     Pembangunan system dibuat lebih cepat.
  4.     Mengurangi resiko kegagalan implementasi software dari segi non-teknis.
  5.     Jika pada saat pembangunan system terjadi kegagalan kerugian dari segi materi relatif kecil.

Kekurangan Agile Method
  1.     Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima.
  2.     Agile tidak akan berjalan dengan baik jika komitmen tim kurang.
  3.     Tidak cocok dalam skala tim yang besar (>20 orang).

B. Business Progam Modeling (BPM)
Gambar 4. BPM
     Business Process Modeling (BPM) adalah kegiatan besarnya, yaitu suatu kegiatan merancang proses bisnis (tatalaksana), melaksanakan, memonitor dan menganalisanya.
Dalam merancang model proses bisnis, kita menggambarkan nya dalam suatu diagram menggunakan standar notasi penggambaran yang disebut BPMN (Business Process Model Notation). Dengan notasi yang standar akan memudahkan stakeholder dalam memahami suatu proses. Pembuatan diagram proses dengan mengacu kepada BPMN juga memastikan gambar diagram tersebut tidak ambigu. Saat ini BPMN sudah mencapai versi 2.0 dan makin banyak yang mengadoksinya.


C. Business Process Management System (BPMS)
Gambar 5. BPMS
      Business Process Management System (BPMS) adalah aplikasi (sistem) yang mendukung BPM ini. Di dalam BPMS sudah tersedia perangkat untuk merancang proses mengeksekusi proses tersebut dalam bentuk workflow dan melakukan monitoring serta analisanya.

Agar suatu diagram proses dapat dieksekusi dalam BPMS, maka BPM diagram tersebut harus di export ke dalam bahasa yang dimengerti oleh BPMS, yaitu bahasa BPEL (Business Process Execution Language).

  
Apa itu BPEL (Business Process Execution Language) ??
Gambar 6. BPEL
    BPEL (Business Process Execution LAnguage) adalah bahasa berbasis XML yang memungkinkan layanan web dalam service - oriented architecture (SOA) untuk saling terhubung dan berbagi data.